“ Dan kami turunkan Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan dalam Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim kecuali kerugian “ ( QS,17:82 ).
“ ALLAH telah menurunkan perkataan yang paling baik ( yaitu) Al-Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat ALLAH ……. “ ( QS : 39 : 23 )
Al-qur'an adalah kalam ALLAH SWT yang merupakan mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Al-qur’an merupakan kitab suci yang diyakini kebenarannya, dan merupakan salah satu dasar keimanan bagi setiap muslim. Pada segi penurunannya ayat Al-quran diturunkan dikota Makkah dan dikota Madinah Munawarah. Menurut para ahli, Kitab suci Al-quran terdiri dari 6236 ayat: tergolong dalam
Al-quran diturunkan untuk kepentingan manusia, agar didalam menjalankan proses hidup dan kehidupan mendapatkan kesuksesan dan kebermanfaatan. Isi Al-quran sangat sesuai dengan kebutuhan manusia, karena yang membuatNYA adalah Tuhan yang menciptakan dan mengatur manusia. Oleh karena itu sangat mustahil bahwa isi Al-quran kotraproduktif dengan sistem kehidupan manusia. Bisa jadi isi Al-quran akan kontraproduktif kebermanfaatannya, yaitu: bagi orang-orang yang zalim, bahkan menjadi sesuatu yang merugikan, sebagaimana maksud (QS Al-Isra : 82).
Telah dilakukan kajian dan penelitian medis (eksperimen awal) oleh Dr Ahmad Al-Qadhi, Direktur Utama Islamic Medicine Institute for Education and Research yang berpusat di Amerika Serikat, sekaligus sebagai konsultan ahli sebuah klinik di Panama City, Florida AS. Adapun penelitian yang dilakukan adalah : tentang pengaruh Al-Quran pada manusia dalam prespektif fisiologi dan psikologi.
Tujuan penelitian tersebut adalah: untuk menentukan kemungkinan adanya pengaruh mendengarkan ayat-ayat suci Al-qur’an pada fungsi organ tubuh manusia, sekaligus mengukur intensitas pengaruhnya jika memang ada. Tujuan kedua adalah efek relaksasi yang ditimbulkan oleh bacaan Al-qur’an pada ketegangan syaraf refleksi beserta perubahan fisiologi yang mengirinya.
Pada penelitian ini diambil beberapa responden non muslim berjumlah 5 orang, responden tersebut tidak mengerti Bahasa arab. Penelitian ini menggunakan: mesin pengukur yang berbasis computer, Model MEDAQ 2002 (Medical Data Quotien) yang dilengkapi dengan Sofware, Komputer jenis Apple 2A dan sistem ditektor elektronik . Alat super canggih ini ditemukan dan dikembangkan oleh Pusat kedokteran Universitas Boston dan perusahaan Davicom di Boston USA.
Dalam pelaksanaan eksperimen dilakukan sebanyak 210 kali kepada lima responden. Masing responden dibacakan ayat-ayat suci Al-quran sebanyak 17 kali, kalimat berbahasa Arab sebanyak 17 kali, dan 8 kali responden tidak mendengar bacaan apapun. Dalam mendengarkan bacaan ayat suci Al-quran dan kalimat berbahasa arab setiap responden memiliki standar bacaan yang sama, sehingga responden tidak mengenal perbedaan antara ayat suci Al-quran dan kalimat yang berbahasa arab.
Sebelum eksperimen setiap responden dipasang empat jarum elektrikal pada masing tiap anggota tubuh, kemudian dikoneksitaskan ke mesin pengukur yang berbasis komputer. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi gelombang elektromagnetik dan mengukur reaksi urat saraf reflektif pada organ tubuh. Seperti diketahui: bahwa tubuh manusia diliputi medan elektronmagnetik, berupa bias cahaya yang tidak terlihat. Medan cahaya ini sekarang dapat dipotret secara elektrik dengan Kirlian photography
Dari hasil penelitian tersebut: menunjukan hasil positif 65 % bahwa mendegarkan bacaan ayat suci Al-quran memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan ketegangan urat saraf reflektif, dan hasil ini tercatat dan terukur secara kuantitatif dan kualitatif oleh sebuah alat berbasis komputer.
Adapun pengaruh yang terjadi berupa: Adanya perubahan-perubahan arus listrik di otot, perubahan daya tangkap kulit terhadap konduksi listrik, perubahan pada sirkulasi darah, perubahan detak jantung, dan kadar darah pada kulit. Perubahan tersebut menunjukan adanya relaksasi atau penurunan ketegangan urat syaraf reflektif yang mengakibatkan terjadinya pelonggaran pembulu nadi dan penambahan kadar darah dalam kulit, diiringi dengan peningkatan suhu kulit dan penurunan frekwensi detak jantung
Sudah makruf adanya: bahwa stres berpotensi menurunkan imunitas ( daya kekebalan) tubuh. Meningkatnya stres akan menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh nadi (arteriosclerosis), sehingga kadar darah yang mengalir dipembulu nadi kulit pun akan turun, begitu juga tingkat suhu kulit, sementara detak jantung akan semakin cepat.
Dengan adanya hasil eksperimen komperatif tersebut, telah menunjukan bahwa ayat-ayat suci Al-quran adalah benar-benar memiliki fungsi sebagai penawar atau obat bagi mereka yang mau mendengarkannya, dan apalagi bagi mereka yang mau membacanya. Pantaslah dalam sejarah kenabian, bahwa Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya tidak pernah mengalami jatuh sakit, kecuali pada akhir masa hidupnya, itupun karena kehendak ALLAH SWT agar sang kekasihNYA untuk kembali kepadaNYA.
Mudah-mudahan dengan hasil eksperimen komperatif tersebut memberikan semangat bagi kita untuk mengimani, membaca dan mempelajari kadungan ayat-ayat suci Al-quran.
Ya .. ALLAH zat yang maha pengasih lagi maha penyayang, Janganlah engkau biarkan diri hamba ini tergilas oleh nafsu-nafsu hamba walau hanya sekejab mata atau lebih singkat dari sekejab mata. Sinarilah diri hamba ini dengan ayat-ayat suci Al-Quran.
Ya ... ALLAH zat yang menguasi hidup dan kehidupan, Jadikanlah ayat-ayat suci Al-quran sebagai penghias hati hamba, penghilang kegelisahan hati hamba, dan obat penyembuh hamba dari segala macam penyakit. ... amiin ya rabbal’alamin
Hormat kami,
Prima Remolda
No comments:
Post a Comment